Banyak yang was-was mendengar kata Nuklir, yang terlintas adalah kehancuran, radiasi dan alat pemusnah. Namun tahukah Anda mengenai Nuklir? Untuk mengetahuinya lebih dalam Anda harus memperlajari salah satu cabang iptek, yakni Fisika Nuklir.
Fisika Nuklir merupakan ilmu yang mempelajari tentang inti atom, beserta dengan perubahan-perubahan pada inti atom tersebut. Dalam ilmu fisika nuklir, dipelajari bahwa sebuah reaksi Nuklir merupakan sebuah proses di mana ada dua nuklei maupun partikel nuklir yang
bertubrukan, untuk memproduksi hasil yang berbeda dibanding produk awal. Dan pada prinsipnya sebuah reaksi bisa melibatkan lebih dari dua partikel
yang bertemu, namun kejadian tersebut cukup jarang terjadi. Jika
partikel-partikel tersebut bertabrakan serta berpisah tanpa adanya perubahan, maka proses ini disebut tabrakan dan
bukan sebuah reaksi.
Dalam fisika dikenal 2reaksi nuklir, yakni reaksi fusi nuklir serta reakse fisi
nuklir. Reaksi fusi nuklir merupakan reaksi peleburan antara dua atau lebih dari inti
atom (Nukleus) menjadi atom baru kemudian menghasilkan energi, juga dikenal sebagai
reaksi bersih. Sedangkan Reaksi fisi nuklir merupakan reaksi pembelahan inti atom yang terjadi karena tubrukan
inti atom lainnya, kemudian ini akan menghasilkan energi dan atom baru yang memiliki massa yang lebih kecil, bahkan radiasi elektromagnetik. Reaksi fusi ini juga
mampu menghasilkan radiasi sinar alfa, beta serta gamma yang sagat berbahaya
bagi manusia.
Untuk Senjata bom hidrogen adalah memanfaatkan prinsip reaksi fusi tak terkendali. Inilah mengapa Nuklir menjadi senjata yang sangat berbahaya. Unsur yang sering digunakan di dalam reaksi fisi nuklir adalah dengan bahan Plutonium
dan Uranium (khususnya Plutonium-239, Uranium-235), jika dalam
reaksi fusi nuklir menggunakan Lithium dan Hidrogen (terutama Lithium-6,
Deuterium, Tritium).


